Lompat ke isi
KomodoTokenDirektori saham ritel, farmasi & kebun

Lebaran yang bergeser dan laporan kuartalan emiten ritel

Bagi department store dan toko busana di Indonesia, beberapa pekan sebelum Idulfitri adalah masa panen. Masalahnya, masa panen itu tidak punya tanggal tetap di kalender Masehi. Akibatnya, laporan kuartalan emiten ritel bisa terlihat melonjak atau merosot hanya karena hari raya pindah kuartal.

Kota pada malam hari dengan lampu jalan dan gedung bercahaya merah muda, suasana belanja malam menjelang hari raya
Lampu kota yang menyala hingga larut adalah pemandangan biasa di pekan-pekan terakhir menjelang hari raya.

Kalender yang maju setiap tahun

Idulfitri mengikuti kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan. Setahun Hijriah lebih pendek dari setahun Masehi, sehingga menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Idulfitri bergeser sekitar 11 hari lebih awal setiap tahun Masehi. Dalam kurun sekitar tiga puluh tiga tahun, hari raya ini berkeliling melewati seluruh musim.

Tabel berikut memakai tanggal prediksi kalender Umm al-Qura yang tercantum di Wikipedia bahasa Inggris. Di Indonesia, tanggal resmi ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat dan bisa berbeda satu hari.

TahunIdulfitri (sekitar)Kuartal hari rayaMasa belanja utama
202321 AprilKuartal IIAwal hingga pertengahan April
202410 AprilKuartal IITerbelah: akhir Maret dan awal April
202530 MaretKuartal IHampir seluruhnya Maret
202620 MaretKuartal IAwal hingga pertengahan Maret
20279 Maret (prediksi)Kuartal IAkhir Februari hingga awal Maret

Perhatikan tahun 2024 ke 2025: masa belanja utama berpindah dari kuartal kedua ke kuartal pertama. Emiten yang pada 2025 melaporkan kuartal pertama “melonjak” dan kuartal kedua “merosot” bisa saja sebenarnya bergerak stabil sepanjang tahun.

Peran THR dalam kalender belanja

Salah satu pendorong belanja menjelang hari raya adalah tunjangan hari raya. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 mewajibkan THR keagamaan dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Artinya, banyak rumah tangga menerima tambahan uang dalam dua sampai tiga pekan sebelum Idulfitri, tepat saat toko busana memajang koleksi baru. Bagi department store kelas menengah seperti Ramayana dan Matahari Department Store, periode ini sangat menentukan.

Contoh hitung: pertumbuhan palsu karena kalender

Bayangkan department store fiktif yang penjualan setahunnya stabil di Rp4 triliun, dengan porsi 30% terkumpul pada masa belanja hari raya dan sisanya merata. Di luar masa hari raya, setiap kuartal menyumbang Rp700 miliar (Rp2,8 triliun dibagi empat).

KuartalTahun X (hari raya di kuartal II)Tahun X+1 (hari raya di kuartal I)Perubahan
Kuartal IRp700 miliarRp1,9 triliun+171%
Kuartal IIRp1,9 triliunRp700 miliar−63%
Kuartal IIIRp700 miliarRp700 miliar0%
Kuartal IVRp700 miliarRp700 miliar0%
SetahunRp4 triliunRp4 triliun0%

Penjualan setahun sama persis, tetapi judul berita kuartal pertama bisa berbunyi “penjualan naik 171%”. Cara paling sederhana untuk menetralkan efek ini adalah menjumlahkan kuartal I dan II lalu membandingkan semesteran, atau memakai angka dua belas bulan berjalan.

Efek ke pos lain di laporan

Tidak semua unit di denah sama sensitifnya

Swalayan seperti MPPA juga ramai menjelang hari raya karena belanja bahan makanan dan parsel, tetapi kebutuhan dapur tetap dibeli sepanjang tahun sehingga lonjakannya relatif lebih landai dibanding toko busana. Emiten farmasi dan perkebunan umumnya tidak mengikuti kalender hari raya dengan cara yang sama.

Daftar cek membaca kuartal di sekitar Lebaran

  1. Catat tanggal Idulfitri untuk tahun sekarang dan tahun pembanding.
  2. Bandingkan semester atau dua belas bulan berjalan, bukan kuartal tunggal.
  3. Baca paragraf manajemen yang menjelaskan efek pergeseran hari raya.
  4. Periksa persediaan dan utang usaha pada tanggal neraca yang dekat dengan hari raya.
  5. Waspadai judul pertumbuhan tiga digit pada kuartal yang baru saja “menerima” hari raya.

Contoh di artikel ini fiktif dan disederhanakan. KomodoToken tidak memberi saran membeli atau menjual saham berdasarkan musim hari raya.

Tanya jawab

Mengapa tanggal Lebaran berubah setiap tahun?

Idulfitri mengikuti kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan dan lebih pendek dari tahun Masehi. Akibatnya, menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Idulfitri jatuh sekitar 11 hari lebih awal setiap tahun Masehi.

Kapan THR wajib dibayarkan?

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Kuartal mana yang paling dipengaruhi Lebaran pada 2026?

Idulfitri 2026 jatuh sekitar 20 Maret, sehingga belanja menjelang hari raya sebagian besar masuk ke kuartal pertama 2026.