Lompat ke isi
KomodoTokenDirektori saham ritel, farmasi & kebun

Harga saham KINO: rak perawatan diri, permen, dan jamu di unit L3-02

Papan direktori · Lantai 3 · Obat & perawatan diri

Unit
KINO nomor ruang denah L3-02
Penyewa
PT Kino Indonesia Tbk, berkantor di Kino Tower, Alam Sutera, Tangerang
Pengelola
PT Kino Investindo sebagai pemegang mayoritas menurut ringkasan Wikipedia bahasa Indonesia; porsi terbaru cek di laporan tahunan
Pendiri
Harry Sanusi, memulai usaha pada 1991 sumber: Wikipedia bahasa Indonesia
Buka di bursa
11 Desember 2015 · Papan Pengembangan harga penawaran Rp3.800 per lembar
Daftar syariah
Masuk konstituen ISSI pada pembaruan 7 Juni 2024 status bisa berubah tiap Mei dan November

Unit kedua di lantai tiga lebih mirip lorong toiletries di swalayan: botol pelembut rambut, sabun wajah, permen, sampai larutan penyegar. Inilah wilayah saham KINO, emiten yang tumbuh dari satu perusahaan kecil bermodal ratusan juta rupiah menjadi induk puluhan merek.

Etalase: rak-rak yang diisi Kino

Kino membagi usahanya ke empat kelompok besar: perawatan diri, minuman, makanan, dan farmasi. Menurut ringkasan Wikipedia bahasa Indonesia, grup ini mengelola 32 merek di 21 kategori. Nama yang mudah dikenali antara lain Ellips, Ovale, Eskulin, Sleek, dan B&B di lorong perawatan diri, Cap Kaki Tiga di rak minuman, Dua Putri Dewi untuk jamu, serta Ristra di jalur kosmetik.

Bagi pembaca laporan, keragaman ini berarti satu hal: jangan menilai Kino dari satu merek yang kebetulan Anda pakai di rumah. Setiap kelompok punya musim, bahan baku, dan pesaing sendiri. Kelompok minuman misalnya lebih bergantung pada cuaca dan jalur warung, sedangkan perawatan wajah lebih bergantung pada tren dan promosi di media sosial.

Kotak berpita perak di atas latar biru, melambangkan produk perawatan diri yang dikemas rapi
Kemasan yang rapi dan warna yang mencolok adalah senjata utama produk perawatan diri di rak toko.

Riwayat pembangunan gedung

  1. 1991 — Harry Sanusi mendirikan PT Dutalestari Sentratama dengan modal Rp300 juta.
  2. 1997 — Lahir PT Kinosentra Industrindo untuk permen dan kembang gula.
  3. 8 Februari 1999 — PT Kinocare Era Kosmetindo didirikan.
  4. Mei 2013 — Usaha patungan dengan Morinaga & Company dari Jepang, dengan komposisi 51 banding 49.
  5. 3 September 2014 — Kinocare berganti nama menjadi PT Kino Indonesia dan berperan sebagai perusahaan induk.
  6. 11 Desember 2015 — Pencatatan perdana; 16% saham dilepas ke publik pada Rp3.800 per lembar.
  7. 2016 — Mengambil alih Surya Herbal, pemilik merek Dua Putri Dewi (Mei), dan 80% Ristra Group senilai Rp80 miliar (Agustus).
  8. Januari 2019 — Membeli porsi Morinaga senilai Rp74,89 miliar; usaha patungan itu kemudian menjadi PT Kino Food Indonesia.

Kronologi ini dirangkai dari Wikipedia bahasa Indonesia dan Inggris. Nilai-nilai akuisisi layak dicocokkan ulang dengan keterbukaan informasi pada tahun kejadian bila Anda memakainya untuk tulisan atau riset.

Pengelola dan pemilik lama

Ringkasan ensiklopedia menyebut PT Kino Investindo sebagai pemegang mayoritas, sementara sang pendiri juga memegang saham secara langsung. Persentasenya tidak kami pasang di papan karena sumber itu tidak mencantumkan tanggal. Di laporan tahunan, bab komposisi pemegang saham memperlihatkan porsi terbaru serta siapa pemilik manfaat akhirnya. Harry Sanusi sendiri tercatat sebagai presiden komisaris dalam ringkasan Wikipedia bahasa Inggris.

Kotak dividen KINO

Kami belum menemukan tabel dividen Kino yang bisa dicocokkan dari halaman resmi saat penulisan, sehingga kotak ini belum berisi angka. Cara mengisinya: buka arsip keterbukaan informasi emiten dan cari pengumuman jadwal pembagian dividen tunai. Pengumuman semacam itu memuat nilai per lembar dan tanggal-tanggal penting. Bila dalam suatu tahun tidak ada pengumuman, biasanya hasil RUPS tahunan menjelaskan penggunaan laba tahun tersebut.

Harga saham KINO: mengecek tanpa tergesa

Harga saham KINO tampil di aplikasi sekuritas dan di data perdagangan bursa. Untuk emiten yang tidak terlalu ramai ditransaksikan, lihat juga kolom volume dan jumlah lembar di antrean. Selisih antara harga penawaran jual terendah dan permintaan beli tertinggi bisa lebar, sehingga harga “terakhir” belum tentu harga yang bisa Anda dapatkan saat itu juga.

Yang dilihatPertanyaan yang dijawab
Harga terakhirDi angka berapa transaksi paling akhir terjadi?
Volume harianSeberapa banyak lembar berpindah tangan hari itu?
Antrean beli dan jualApakah ada cukup pembeli dan penjual di dekat harga terakhir?
Laporan kuartalanApakah penjualan per kelompok produk naik atau turun?

Jalur eskalator ke rekening efek

Siapkan KTP dan rekening bank, lalu daftar di perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa dan diawasi OJK. Setelah rekening efek, RDN, dan nomor identitas investor aktif, isi RDN dengan dana, cari kode KINO, tentukan harga dan jumlah lot (satu lot = 100 lembar), lalu kirim pesanan. Saham yang terbeli tercatat atas nama Anda di sistem penyimpanan sentral.

Rambu risiko khusus unit ini

KomodoToken tidak menyarankan pembelian maupun penjualan saham KINO. Seluruh uraian bertujuan membantu Anda memahami bisnisnya; nilai investasi bisa menyusut.

Tanya jawab

Di mana melihat harga saham KINO terbaru?

Buka aplikasi sekuritas Anda dan ketik KINO, atau lihat ringkasan perdagangan harian di situs Bursa Efek Indonesia. Kami tidak menulis angkanya karena selalu berubah selama sesi.

Kino saham apa saja isinya?

Satu kode, KINO, mewakili perusahaan induk yang membawahi produk perawatan diri, minuman, makanan ringan, dan jamu. Merek seperti Ellips, Ovale, Eskulin, dan Cap Kaki Tiga dikelola di bawah grup ini.

Kenapa saham KINO berada di Papan Pengembangan?

Menurut daftar emiten di Wikipedia bahasa Indonesia, KINO tercatat di Papan Pengembangan. Penempatan papan ditentukan bursa berdasarkan kriteria pencatatan; cek halaman profil emiten di situs bursa untuk status terkini.

Naik eskalator ke unit lain